Selasa, 30 November 2010

sejarah peninggalan agama kristen

Peninggalan Sejarah

Pura di Bintang Meriah

Pada zaman dulu, Hindu adalah agama yang umum di Tanah Karo tetapi pada saat ini agama Hindu ini sudah hampir punah. Perkampungan kecil Bintang Meriah memiliki penganut agama Hindu 10 keluarga dari 300 keluarga. Lima belas tahun yang lalu masih banyak terdapat penganut Hindu ditempat ini dan orang-orang Bali membangun sebuah candi untuk mereka. Saat sekarang ini tidak ada lagi yang menggunakan candi tersebut dan sudah diganti dengan tumbuh-tumbuhan. Candi ini terletak disamping jalan ke perkampungan Bintang Meriah hanya satu kilometer dari Selatan Tanjung Pulo – Perbesi. Tanjung Pulo terletak 8 Km sebelah Timur Tiganderket. Tanjung Pulo memiliki pasar buah pada sore hari yang buka 5 kali seminggu. Tomat, Cabe, bawang putih, jeruk dan jagung  diperdagangkan di pasar ini.
 

Legenda GURDA-GURDI

Gundala-gundala memiliki arti sebuah tarian topeng. Zaman dahulu kala di sebuah daerah di Tanah Karo, tinggallah seorang raja dan seorang putrinya yang menikah dengan panglima tertinggi kerajaan. Suatu waktu keluarga kerajaan membuat jalan setapak menuju hutan, dan ketika mereka sedang berada di hutan, mereka bertemu dengan seekor burung yang sangat besar yang disebut GURDA-GURDI. Burung GURDA-GURDI berasal dari serangga. Setelah melihat seorang gadis cantik, GURDA-GURDI ingin menjadikannya sebagai istrinya, tetapi karena gadis itu telah menikah suaminya dan raja sangat marah... kemudian merekapun berperang di tengah hutan. Akhinya pasukan raja dapat mengalahkan GURDA-GURDI. Atraksi ini biasanya dipertunjukkan masyarakat Karo pada upacara ritual untuk menyuruh agar hujan turun. Tetapi untuk saat ini atraksi ini normalnya dibuat untuk menyambut tamu khusus dan kegiatan lainnya.
Terakhir diperbaharui Jumat, 11 Juli 2008 08:50
 

Meriam Putri Hijau


Bukti peninggalan sejarah Puntungan Meriam Putri Hijau dapat kita temui di Desa Sukanalu dan Seberaya yang hingga sekarang masih dianggap oleh masyarakat mempunyai magic dan setiap tahun dibersihkan serta sesajen (upah) atau cibal-cibalen oleh masyarakat setempat. Jarak dari kota Berastagi ke Desa Sukanalu 23 Km dan ke Seberaya 7 Km. Untuk mengunjungi objek wisata ini dapat menggunakan kendaraan ukuran besar dan transportasi bus umum.
Terakhir diperbaharui Jumat, 11 Juli 2008 08:50
 
30 Nopember 2010 16:29:06

BUPATI KARO
Drs. DAULAT DANIEL SINULINGGA

PROFIL DAERAH

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar